Five Vi ikut menyayangkan tindakan operasi keperawanan yang dilakukan Dewi Persik. Menurutnya, kembali menjadi perawan itu justru tidak enak.
"Kalau menurut aku sih sayang saja karena pasti nanti kendur lagi. Lagian, perawan itu malah enggak enak karena sakit," ujar Five Vi saat ditemui di Universitas Dharma Persada, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (12/6/2011).
Bintang film 13 Cara Memanggil Setan ini juga menganggap operasi keperawanan bukan hal yang penting bagi seorang Dewi Persik. Pasalnya, mantan istri Saipul Jamil itu belum memiliki anak.
"Sayang saja karena pasti kendur lagi karena dia belum punya anak. Menurut aku enggak perlu dan enggak penting banget," sesalnya.
Five Vi sendiri sebenarnya sempat pernah punya keinginan melakukan operasi yang sama dengan alasan pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun, niat itu urung dilakukan karena Five Vi masih memendam keinginan memiliki anak.
"Tapi kalau sekarang aku merasa belum perlu karena aku mau punya anak lagi kalau sudah nikah lagi," jelasnya.
Minggu, 12 Juni 2011
Five Vi Sempat Ingin Operasi Keperawanan
Marsha Timothy Jarang Ketemu Pacar
Kesibukan menjalani syuting sinetron stripping membuat waktu Marsha Timothy tersita di lokasi syuting. Namun, kekasih Fachry Albar ini nyaman dengan situasi itu.
"Waktu aku sebagian besar di lokasi syuting. Semua sudah aku pikirkan kondisi kayak begini. Sekarang aku jalani saja. Ya kayak kerja saja. Meski ini stripping, tetapi suasananya menyenangkan," ucap Marsha saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Marsha terakhir kali menjalani syuting stripping pada 2007. Tak banyak kesulitan dialami bintang film Khalifah ini ketika beradaptasi berakting di depan layar lagi.
"Iya semua juga tahu, tapi yang paling penting kepuasaan batin dan kenyamanan. Aku enggak pernah menargetkan apa-apa. Mungkin ini rezeki, jodohnya sekarang. Aku juga bersemangat," tuturnya.
Bintang film Pintu Terlarang ini sadar padatnya jadwal syuting sinetron strpiping membuat waktunya tersita. Di tengah padatnya jadwal, Marsha punya permintaan khusus sehari untuk menikmati liburan.
"Waktu awal syuting, aku menyiapkan fisik dan mental. Tapi ini kan belum tayang, kerjanya cepat. Tetap menyenangkan sehingga enggak menjadi beban, meski stripping," akunya.
"Waktu aku sebagian besar di lokasi syuting. Semua sudah aku pikirkan kondisi kayak begini. Sekarang aku jalani saja. Ya kayak kerja saja. Meski ini stripping, tetapi suasananya menyenangkan," ucap Marsha saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Marsha terakhir kali menjalani syuting stripping pada 2007. Tak banyak kesulitan dialami bintang film Khalifah ini ketika beradaptasi berakting di depan layar lagi.
"Iya semua juga tahu, tapi yang paling penting kepuasaan batin dan kenyamanan. Aku enggak pernah menargetkan apa-apa. Mungkin ini rezeki, jodohnya sekarang. Aku juga bersemangat," tuturnya.
Bintang film Pintu Terlarang ini sadar padatnya jadwal syuting sinetron strpiping membuat waktunya tersita. Di tengah padatnya jadwal, Marsha punya permintaan khusus sehari untuk menikmati liburan.
"Waktu awal syuting, aku menyiapkan fisik dan mental. Tapi ini kan belum tayang, kerjanya cepat. Tetap menyenangkan sehingga enggak menjadi beban, meski stripping," akunya.
Happy Salma Ogah Bicara Soal Anak
Sejak menikah Oktober tahun lalu, Happy Salma belum juga dikaruniai anak. Istri Tjokorda Bagus Dwi Santana itupun selalu mengelak jika ditanya kapan memiliki momongan.
"Apa hubungannya dengan film? Itu sih masalah lain, bisa saja nih," elak Happy saat ditemui dalam soft launching film True Love di kawasan Duren Tiga, Jakarta, belum lama ini.
Bintang film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita ini mengaku tetap mendapat dukungan penuh suaminya meski memiliki segudang aktivitas di dunia entertainment. Bagi Happy, aktivitas di dunia entertainment bukan semata untuk mencari materi.
"Alhamdulillah tidak pernah mendapat masalah yang tidak didukung oleh orang di sekeliling saya. Saya disupport oleh pasangan saya. Saya juga semakin dewasa. Pekerjaan tidak semata-mata untuk eksistensi tapi saya juga punya kesadaran," tuturnya.
Namun, semenjak menikah Happy lebih membatasi dari tawaran yang mampir padanya. Apalagi, Happy dan suaminya juga mengurus bisnis restoran yang mereka rintis bersama.
"Dulu kalau ada empat tawaran, semuanya saya ambil. Tapi sekarang saya harus pilih satu. Sebenarnya semenjak sebelum menikah saya sudah memulai pilih-pilih. Tapi setelah itu saya juga sekarang lagi belajar jadi produser dan menulis. Di Bali kita berdua ada kerjaan, usaha restoran," jelasnya.
"Apa hubungannya dengan film? Itu sih masalah lain, bisa saja nih," elak Happy saat ditemui dalam soft launching film True Love di kawasan Duren Tiga, Jakarta, belum lama ini.
Bintang film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita ini mengaku tetap mendapat dukungan penuh suaminya meski memiliki segudang aktivitas di dunia entertainment. Bagi Happy, aktivitas di dunia entertainment bukan semata untuk mencari materi.
"Alhamdulillah tidak pernah mendapat masalah yang tidak didukung oleh orang di sekeliling saya. Saya disupport oleh pasangan saya. Saya juga semakin dewasa. Pekerjaan tidak semata-mata untuk eksistensi tapi saya juga punya kesadaran," tuturnya.
Namun, semenjak menikah Happy lebih membatasi dari tawaran yang mampir padanya. Apalagi, Happy dan suaminya juga mengurus bisnis restoran yang mereka rintis bersama.
"Dulu kalau ada empat tawaran, semuanya saya ambil. Tapi sekarang saya harus pilih satu. Sebenarnya semenjak sebelum menikah saya sudah memulai pilih-pilih. Tapi setelah itu saya juga sekarang lagi belajar jadi produser dan menulis. Di Bali kita berdua ada kerjaan, usaha restoran," jelasnya.
Cara Ririn Ekawati Hadapi Komplain Anak
Bermain dalam film Serdadu Kumbang membuat Ririn Ekawati harus menjalani syuting berhari-hari di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Akibatnya, janda beranak satu ini harus rela dikomplain anaknya, Puti Jasmin Salsabila Abeng.
"Kalau mama sih bisa ngerti, tapi memang anak, dia yang selalu komplain. Yang satu minggu pertama dia nelepon tapi enggak mau ngomong. Tapi akhirnya dia tahu saya syuting karena saya tunjukin foto waktu saya syuting," ungkapnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, belum lama ini.
Pengorbanan lain bermain di film produksi Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen itu, Ririn harus menghitamkan kulitnya agar sesuai dengan karakter orang Sumbawa. Bahkan, Ririn sampai harus berjemur di pantai agar kulitnya cepat menghitam.
"Total seluruhnya syuting sebulan. Tapi tiap minggunya ada satu hari libur. Nah hari libur itu aku manfaatin untuk jemur badan di pantai supaya hitam sesuai masyarakat sana. Jadi kayak anak pantai banget yang benar-benar hitam," urainya.
"Kalau mama sih bisa ngerti, tapi memang anak, dia yang selalu komplain. Yang satu minggu pertama dia nelepon tapi enggak mau ngomong. Tapi akhirnya dia tahu saya syuting karena saya tunjukin foto waktu saya syuting," ungkapnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, belum lama ini.
Pengorbanan lain bermain di film produksi Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen itu, Ririn harus menghitamkan kulitnya agar sesuai dengan karakter orang Sumbawa. Bahkan, Ririn sampai harus berjemur di pantai agar kulitnya cepat menghitam.
"Total seluruhnya syuting sebulan. Tapi tiap minggunya ada satu hari libur. Nah hari libur itu aku manfaatin untuk jemur badan di pantai supaya hitam sesuai masyarakat sana. Jadi kayak anak pantai banget yang benar-benar hitam," urainya.
Baby Margaretha Takut Mencari Namanya di Google
Ketik "Baby Margaretha" di dalam kotak pencarian Google, dan Anda akan mendapatkan sekitar 1.000.000 hasil. Itu tentu bukan hal yang buruk untuk seorang model lokal.
Tapi, mengapa model cantik dan seksi ini takut mencari namanya sendiri di mesin pencari? Rupanya, Baby Margaretha takut terhadap apa yang orang tulis mengenai dirinya. Pasalnya, yang muncul biasanya mengenai seputar foto-foto seksinya.
Bahkan, banyak orang membuat account palsu di jejaring sosial dengan menggunakan namanya. Anda akan menemukan banyak akun Baby Margaretha di Facebook atau Baby Margaretha di Friendster. Itu semua tentu tidak akan menjadi hal yang buruk jika akun tersebut tidak menulis informasi yang salah tentang diri Baby Margaretha, seperti menyebut Baby hobi menonton film erotis atau ia bisa dipesan untuk kencan malam! Wow!
Tapi, mengapa model cantik dan seksi ini takut mencari namanya sendiri di mesin pencari? Rupanya, Baby Margaretha takut terhadap apa yang orang tulis mengenai dirinya. Pasalnya, yang muncul biasanya mengenai seputar foto-foto seksinya.
Bahkan, banyak orang membuat account palsu di jejaring sosial dengan menggunakan namanya. Anda akan menemukan banyak akun Baby Margaretha di Facebook atau Baby Margaretha di Friendster. Itu semua tentu tidak akan menjadi hal yang buruk jika akun tersebut tidak menulis informasi yang salah tentang diri Baby Margaretha, seperti menyebut Baby hobi menonton film erotis atau ia bisa dipesan untuk kencan malam! Wow!
Sabtu, 11 Juni 2011
Sandra Dewi Takut Syuting Film Horor
Siapa kira Sandra Dewi ternyata penakut. Aktris cantik itu menolak tawaran main film horor karena takut syuting di kuburan.
"Aku penakut banget. Kalau syuting horor kan biasanya di makam," aku Sandra yang ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2011).
Aktris yang memulai debut akting di film Quickie Express itu mengaku, karena saat ini industri film Tanah Air sedang dibanjiri film horor-komedi, tawaran yang datang kebanyakan menawari jenis film itu.
"Aku ingin main film lagi, tapi kebanyakan yang menawari film horor lagi. Aku enggak suka film seks komeda, itu bukan genre aku karena aku takut horor. Kebetulan ada tawaran sinetron, jadi aku ambil saja," ujarnya.
Soal film di negeri ini, Sandra berharap industri film bisa lebih maju dan menghasilkan film berbobot. Tak cuma sekadar film yang menjual kemolekan tubuh aktrisnya.
"Aku mau film yang berbobot, aku ingin film Indonesia yang berbobot," tandasnya.
"Aku penakut banget. Kalau syuting horor kan biasanya di makam," aku Sandra yang ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2011).
Aktris yang memulai debut akting di film Quickie Express itu mengaku, karena saat ini industri film Tanah Air sedang dibanjiri film horor-komedi, tawaran yang datang kebanyakan menawari jenis film itu.
"Aku ingin main film lagi, tapi kebanyakan yang menawari film horor lagi. Aku enggak suka film seks komeda, itu bukan genre aku karena aku takut horor. Kebetulan ada tawaran sinetron, jadi aku ambil saja," ujarnya.
Soal film di negeri ini, Sandra berharap industri film bisa lebih maju dan menghasilkan film berbobot. Tak cuma sekadar film yang menjual kemolekan tubuh aktrisnya.
"Aku mau film yang berbobot, aku ingin film Indonesia yang berbobot," tandasnya.
Sebuah Tatto di Payudara Baby Margaretha
Ow, saya pikir kau akan cinta ini foto-foto Baby Margaretha berikut ini. Tentu saja ada stocking jala, rok mini hitam, baju yang menunjukkan perut terbuka, dan bra seksi yang membalut sepasang payudara Baby Margaretha.
Tapi, sesungguhnya semua itu adalah hal yang biasa. Sebab, apa pun pakaian yang dipakai oleh seorang Baby Margaretha, dia akan selalu terlihat menakjubkan.
Lalu, apa yang baru? Nah, ini dia. Ada tato di payudara kiri Baby Margaretha!
Ya aku tahu bahwa hanya tato sementara. Tapi, kira-kira siapa ya laki-laki beruntung yang berkesempatan untuk membuat tato itu? Atau mungkinkah dia seorang wanita? Entah lah....
Tapi, sesungguhnya semua itu adalah hal yang biasa. Sebab, apa pun pakaian yang dipakai oleh seorang Baby Margaretha, dia akan selalu terlihat menakjubkan.
Lalu, apa yang baru? Nah, ini dia. Ada tato di payudara kiri Baby Margaretha!
Ya aku tahu bahwa hanya tato sementara. Tapi, kira-kira siapa ya laki-laki beruntung yang berkesempatan untuk membuat tato itu? Atau mungkinkah dia seorang wanita? Entah lah....
Langganan:
Postingan (Atom)














